SALAH satu penganan yang banyak dijumpai menjelang Lebaran adalah buah kurma. Rasanya yang manis dan lezat membuat kurma banyak digandrungi sebagai santapan buka puasa ataupun sahur. Beruntung mereka yang gemar makan kurma, karena buah ini diketahui kaya manfaat kesehatan.
Di samping menyuplai energi, kurma juga diketahui kaya akan zat gizi, seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat pangan (dietary fiber) yang berguna dalam menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Fungsi mineral kalium cukup penting, yakni berperan menjaga keteraturan denyut jantung. Selain itu, mengaktifkan kontraksi otot, mengendalikan keseimbangan air dalam jaringan dan sel-sel, serta membantu mengatur tekanan darah. Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan risiko stroke dapat dikurangi dengan menyantap makanan kaya kalium (minimal konsumsi kalium 400 mg per hari).
Penelitian yang dilakukan di University of Scranton menemukan kandungan antioksidan yang bernama polyphenol, serta serat yang sangat banyak pada kurma dan buah-buah kering lainnya. Mengonsumsi 20-35 gram serat pangan (dietary fiber) setiap harinya sangat disarankan oleh The American Cancer Society.
Serat pangan terdiri atas serat yang larut dan tidak larut. Serat larut diketahui mampu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tingkat LDL atau kolesterol jahat. Tidak hanya itu, serat larut juga bisa menurunkan kadar gula darah, yang berujung akan membantu menjaga penyakit diabetes tetap terkendali. Sementara itu, serat yang tidak larut membantu proses pencernaan dengan mendorong makanan ke saluran cerna.
Sebutir kurma mengandung 31 gram karbohidrat, sehingga buah ini baik dikonsumsi sebagai asupan energi. Kurma memiliki kelebihan mampu memberikan energi tanpa lemak. Kurma juga mengandung potasium yang berguna bagi tubuh. Potasium adalah mineral penting untuk melindungi otot jantung, serta menjaga kesehatan proses metabolisme tubuh, di samping memastikan sistem saraf tetap berfungsi dengan baik. Berkat potasium, sodium dalam tubuh bisa terbantu dilenyapkan, sehingga tekanan darah akan turun.
Pilihlah kurma yang selaput luarnya tidak rusak, serta berwarna cokelat merah kekuningan. Kurma yang berkualitas tidak dilumuri gula atau madu dan tidak lengket. Kurma dengan bentuk besar lebih baik dari yang kecil. Kurma yang dikemas dengan baik, serta memiliki izin Kementerian Kesehatan lebih terjamin mutunya.
Saat ini kurma tak cuma dapat disajikan sebagai buah biasa. mengonsumsi kue-kue yang terbuat dari kurma bisa jadi alternatif menu makanan ringan yang sehat. Kue-kue ini dijual di toko-toko kue atau pusat penjualan kurma. (*/VAL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar