Penelitian neurosains di Indonesia yang penting untuk mengatasi penyakit neurodegeneratif masih jauh tertinggal dari negara-negara lain.
"Penyakit neurodegeneratif seperti stroke menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Sebenarnya pemerintah tidak hanya fokus pada kematian ibu dan anak, tetapi juga mulai melihat tren stroke yang terus meningkat," kata Irawan Satriotomo, Direktur Indonesia Brain Research Center (IBRC) Surya University di Tangerang, Rabu (25/9).
IBRC merupakan lembaga yang terintergrasi dengan pendekatan multidsiplin serta berdedikasi untuk menyelidiki dan menemukan terapi baru bagi penyakit neurodegeneratif. "Kami melibatkan sejumlah peneliti asing untuk bersama peneliti Indonesia melakukan penelitian yang berguna untuk mengatasi penyakit neurogeneratif," kata Irawan yang masih aktif sebagai peneliti neurosains di salah satu kampus di Amerika Serikat. (ELN)
"Penyakit neurodegeneratif seperti stroke menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Sebenarnya pemerintah tidak hanya fokus pada kematian ibu dan anak, tetapi juga mulai melihat tren stroke yang terus meningkat," kata Irawan Satriotomo, Direktur Indonesia Brain Research Center (IBRC) Surya University di Tangerang, Rabu (25/9).
IBRC merupakan lembaga yang terintergrasi dengan pendekatan multidsiplin serta berdedikasi untuk menyelidiki dan menemukan terapi baru bagi penyakit neurodegeneratif. "Kami melibatkan sejumlah peneliti asing untuk bersama peneliti Indonesia melakukan penelitian yang berguna untuk mengatasi penyakit neurogeneratif," kata Irawan yang masih aktif sebagai peneliti neurosains di salah satu kampus di Amerika Serikat. (ELN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar