Cari Blog Ini

Senin, 21 Oktober 2013

PENELITIAN HIPERTENSI PFIZER

Akhir tahun 2002 Pfizer Inc. mengeluarkan release hasil penelitian hipertensi terbesar yang pernah ada. Penelitian menunjukkan bahwa obat calcium channel blocker, amlodipin besyiate, memberikan hasil yang sebanding dengan obat diuretik dalam mencegah serangan jantung yang fatal dan non fatal, stroke, serta kematian. Hasil tersebut dikeluarkan pada 17 Desember 2002 oleh National Heart Lung and Blood Institute di Washington DC.

Penelitian Antihypertensive and Lipid Lowering Therapy to Prevent Heart Attack Trial (ALLHAT) dimulai pada tahun 1994 dengan melibatkan lebih dari 42.000 pasien hipertensi berisiko tinggi di Amerika Utara. Penelitiian tersebut membandingkan obat penurun tekanan darah tertentu dengan Chlorthalidone terhadap kejadian penyakit jantung, stroke, dan kematian. Para pasien menerima salah satu dari obat ACE inhibitor (lisinopril), calcium channel blocker (Amlodipin) atau diuretic (chlorthalidone). 

"Hasil ALLHAT menunjukkan bahwa diuretik sebaiknya dipertimbangkan dalam pengobatan pertama tekanan darah tinggi," kata Dr. Joseph Feczko, President of Worlwide Development Pfizer. Studi ALLHAT memperlihatkan efektivitas dan keamanan amlodipin pada berbagai pasien hipertensi serta pentingnya menurunkan tekanan darah tinggi.

Menurut Simon Tobing, Direktur Pfizer Indonesia, Studi ALLHAT menunjukkan bahwa Amlodipin memiliki efek yang sebanding dengan chlorthalidone dalam hal mencegah kematian penyakit jantung koroner dan serangan jantung non fatal serta stroke.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Stroke Bisa Dicegah, siapa Mau?

Kebanyakan orang yang tidak berkesadaran menjalankan gaya hidup sehat,  berpotensi terserang stroke. Wah, menyeramkan sekali !!! Penyebabnya...