Akhir tahun 2002 Pfizer Inc.
mengeluarkan release hasil penelitian hipertensi terbesar yang pernah
ada. Penelitian menunjukkan bahwa obat calcium channel blocker, amlodipin besyiate, memberikan hasil yang sebanding dengan obat diuretik dalam mencegah serangan jantung yang fatal dan non fatal, stroke,
serta kematian. Hasil tersebut dikeluarkan pada 17 Desember 2002 oleh
National Heart Lung and Blood Institute di Washington DC.
Penelitian Antihypertensive and Lipid Lowering Therapy to Prevent Heart Attack Trial (ALLHAT)
dimulai pada tahun 1994 dengan melibatkan lebih dari 42.000 pasien
hipertensi berisiko tinggi di Amerika Utara. Penelitiian tersebut
membandingkan obat penurun tekanan darah tertentu dengan Chlorthalidone terhadap kejadian penyakit jantung, stroke, dan kematian. Para pasien menerima salah satu dari obat ACE inhibitor (lisinopril), calcium channel blocker (Amlodipin) atau diuretic (chlorthalidone).
"Hasil
ALLHAT menunjukkan bahwa diuretik sebaiknya dipertimbangkan dalam
pengobatan pertama tekanan darah tinggi," kata Dr. Joseph Feczko, President of Worlwide Development Pfizer.
Studi ALLHAT memperlihatkan efektivitas dan keamanan amlodipin pada
berbagai pasien hipertensi serta pentingnya menurunkan tekanan darah
tinggi.
Menurut
Simon Tobing, Direktur Pfizer Indonesia, Studi ALLHAT menunjukkan bahwa
Amlodipin memiliki efek yang sebanding dengan chlorthalidone dalam hal
mencegah kematian penyakit jantung koroner dan serangan jantung non
fatal serta stroke.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar