Cari Blog Ini

Senin, 21 Oktober 2013

BEN ALI KOMA AKIBAT STROKE

TERKENA STROKE: Mantan Presiden Tunisia al-Abidine Ben Ali memberikan salam kepada pendukungnya di Tunisia beberapa waktu lalu. Ben Ali dikabarkan kini terkena stroke.

SETELAH melarikan diri dari Tunisia akibat gelombang rakyat, kondisi kesehatan presiden terguling Zine al-Abidine Ben Ali dilaporkan memburuk. Bahkan, menurut seorang teman dekat keluarga Ben Ali, sang mantan presiden dalam keadaan koma selama dua hari setelah mengalami stroke. "Kondisinya serius," ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya. 

Sebelumnya, seorang juru bicara pemerintahan sementara Tunisia tidak ingin mengonfirmasi ataupun membantah laporan mengenai kesehatan Ben Ali. Kabar mengenai serangan stroke yang dialami pria berusia 74 tahun itu makin kencang berembus seiring dengan pemberitaan surat kabar Tunisia Le Quotidien edisi Kamis (17/2) lalu. 

Ben Ali dan keluarganya angkat kaki dari Tunisia ke Kota Jeddah, Arab Saudi, pada 14 Januari silam. Di kota pesisir Laut Merah tersebut, kesehatan Ben Ali menurun sehingga terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit setempat. 

Tanggapan rakyat Tunisia atas kabar ini pun beragam. Jurnalis Touafik Ben Brik yang beberapa kali dipenjarakan aparat lantaran tulisannya mengkritik rezim Ben Ali mengaku nyaris berduka. "Saya tidak akan lupa seakan dia masih di tengah-tengah kami," ujarnya kepada Aljazeera.

Selain simpati, tak sedikit yang menunjukkan sikap sinis. Yadh Ben Achour, pengacara dan ketua komisi nasional untuk reformasi politik Tunisia yang baru didirikan, mengatakan kondisi sakit Ben Ali di pengasingan adalah bukti bahwa masih ada keadilan di muka bumi.

Perkataan senada dikemukan Amin, mahasiswa berusia 25 tahun. "Jika ia meninggal dalam waktu dekat, saya hanya bisa mengatakan hukuman Tuhan berjalan cepat.   

Sejak berkuasa 23 tahun lalu, Ben Ali perlahan menjadi sosok yang dibenci rakyat. Kebencian itu bertambah ketika rakyat mengetahui bahwa di tengah kemiskinan yang melanda Tunisia, Ben Ali dan istrinya, Leila Trabelsi, diam-diam mengeruk keuntungan selama berkuasa. 

Kepala Bank Sental Tunisia Mustapha Kamel Nabli menyatakan sejumlah bank Tunisia mendanai bisnis yang bermuara di keluarga pasangan  itu. Jumlahnya mencapai 1,3 miliar euro. 

Menurut Nabli, angka itu sama dengan 5% dari seluruh pendanaan sektor perbankan Tunisia. Lebih jauh, kata Nabli, nyaris 30% dari dana yang dikeluarkan tersebut tidak ada jaminan pengembalian. (Jer/I-4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Stroke Bisa Dicegah, siapa Mau?

Kebanyakan orang yang tidak berkesadaran menjalankan gaya hidup sehat,  berpotensi terserang stroke. Wah, menyeramkan sekali !!! Penyebabnya...